“Tahap-Tahap Turunnya Alquran”

Tahap-Tahap Turunnya Alquran

Para ulama mengisyaratkan bahwa Alquran itu turun dalam tiga tahap:

Tahap pertama, Alquran diturunkan Allah ke Lauh Mahfuzh. Dalam salah satu ayat diungkapkan:

(21) Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia, (22) yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (Q.S. Al-Buruuj: 21-22)

Tahap kedua, penurunan dari Lauh Mahfuzh ke Baytul Izzah. Di sinilah Alquran diturunkan sekaligus.

Tahap ketiga, dari Baytul Izzah kepada Rasulullah secara bertahap yang awalnya adalah Surah Al-‘Alaaq ayat 1 sampai 5.

Sedangkan mengenai ayat Alquran yang terakhir turun, ada beberapa perbedaan pendapat mengenai hal itu. Ada yang mengatakan bahwa yang terakhir turun itu adalah Surah Al-Maidah ayat 3. Namun ayat ini setelah dilacak ternyata turun pada saat Rasulullah melaksanakan Haji Wadaa’. Setelah haji wadaa’ itu selesai, Rasulullah masih hidup 2 bulan 22 hari. Padahal, ternyata ada ayat yang turun sembilan hari sebelum Rasulullah wafat, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 261.

Sehingga kemudian para ulama bersepakat, bahwa Surah Al-Maidah ayat 3 adalah ayat terakhir yang berkaitan dengan hukum, karena ayat itu membicarakan mengenai hukum-hukum yang ditetapkan Allah. Sedangkan Surah Al-Baqarah ayat 261 merupakan ayat terakhir dari segi waktu turunnya.

Nuzuul artinya adalah turun. Nuzuulul quran berarti turunnya Alquran. Apakah maknanya Alquran itu dikatakan turun? Yang turun bukanlah Alquran yang berbentuk buku, melainkan yang turun itu adalah ayat-ayat yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah. Karena itulah, Allah selalu memakai kata anzalna (Kami menurunkan). Dalam hal ini Alquran tidak diturunkan secara langsung oleh Allah kepada Rasulullah, melainkan melalui perantaraan Malaikat Jibril.

“Tujuh Belas Amal Penghapus Dosa”

Manusia pasti berbuat dosa dan pasti butuh ampunan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hamba-Nya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya (amalan ini) dijelaskan dalam AlQur’an dan sebagiannya lagi dalam sunnah Rasulullah saw. Diantaranya sebagai berikut :

1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke mesjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah saw., “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya, wahai Rasulullah. Beliau berkata: sempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke mesjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath.” (Riwayat Muslim dan At-Tirmidzi)

Juga dalam sabda beliau yang lain:
“Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat shalat dengan niat hanya untuk shalat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa.” (Riwayat At-Tirmidzi)

2. Puasa hari Arafah dan Asy Syura, hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah, “Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus (dosa selama) setahun yang sebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari Asy Syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang lalu.” (Riwayat At-Tirmidzi)

3. Shalat tarawih di bulan Ramadhan dengan dalil sabda Rasulullah, “Barangsiapa menegakkan Ramadhan (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

4. Haji yang mabrur
“Barangsiapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan (kejelekan) maka ia kembali seperti hari ibunya melahirkannya.” (Riwayat Al-Bukhari). Kemudian dalam sabda beliau dinyatakan, “Haji mabrur balasannya adalah surga.” (Riwayat Ahmad)

5. Memaafkan hutang orang yang sulit membayarnya

6. Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa dengan dalil:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia.” (Riwayat At-Tirmidzi dan Ahmad)

7. Memberi salam dan berkata baik dengan dalil sabda Rasulullah, “Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik.” (Riwayat Al-Kharaithi dalam Makarim al Akhlak)

8. Sabar atas musibah dengan dalil sabda Rasulullah, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Sesunguhnya apabila Aku meguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.“” (Riwayat Ahmad)

9. Menjaga shalat lima waktu dan Jum’at serta puasa Ramadhan dengan dalil sabda Rasulullah, “Shalat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan ramadhan ke ramadhan adalah penghapus dosa diantara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (Riwayat Muslim)

10. Adzan dengan dalil sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seorang Muadzin akan diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya.” (Riwayat Ahmad)

11. Melakukan shalat, dengan dalil sabda Rasulullah, “Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab, “Tidak ada sisa kotorannya sedikitpun.”” Beliau bersabda, “Shalat lima waktu menjadi sebab Allah menghapus dosa-dosa.” (Riwayat Al-Bukhari)

12. Memperbanyak sujud dengan dalil sabda Rasulullah, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada-Nya melainkan Dia mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa) darimu.” (Riwayat Muslim)

13. Mengerjakan shalat malam. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian shalat malam, karena ia adalah adat orang yang shalih sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa.” (Riwayat Al-Hakim)

14. Berjihad di jalan Allah.
“Akan diampuni tiap dosa orang yang mati syahid kecuali utang.” (Riwayat Muslim)

15. Mengiringi haji dengan umrah. Rasulullah pernah mengatakan, “Iringi antara haji dengan umrah, karena pengiringan antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi.” (Riwayat Ibnu Majah)

16. Shaadaqah dengan dalil, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan pada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 271)

Rasulullah pun bersabda, “Shadaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api.” (Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan selainnya)

17. Menegakkan hukum pidana dengan adil, “Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut.” (Riwayat Al-Hakim)

Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan bermanfaat.

“Demokrat Kalah, Bukti DPR Bukan Stempel Pemerintah”

Demokrat Kalah, Bukti DPR Bukan Stempel Pemerintah

(Foto: Koran SI)
JAKARTA – Tim inisiator Pansus Angket Century (Tim 9) mengapresiasi sikap sejumlah partai mitra koalisi yang berseberangan dengan Partai Demokrat dalam keputusan akhir kasus Century pada paripurna DPR, Rabu malam.

“Yang perlu digarisbawbahi hari ini, walaupun pemerintahan SBY-Boediono menguasai 80 persen di parlemen. Tapi partai Golkar, PKS, PPP, PKB dan PAN yang hampir semua menterinya duduk di pemerintahan masih menjalankan fungsi kontrol di DPR,” ujar salah satu anggota Tim 9 Maruarar Sirait dalam konferensi pers usai paripurna, Kamis (4/3/2010) dini hari.

Hadir dalam konferensi pers tersebut beberapa anggota Tim 9 seperti Lily Wahid dari Fraksi PKB, Akbar Faisal dari Fraksi Hanura, dan Andi Rahmat dari Fraksi PKS. Kurdi Mukri dan Romahurmuzi juga hadir dalam kesempatan itu.

Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, kemenangan mayoritas suara legislator dalam paripurna malam tadi juga sekaligus membuktikan bahwa DPR bukan stempel pemerintah.

“Akan kami sampaikan beberapa rekomendasi dari kesimpulan atau draf C yang berhasil dimenangkan dengan mayoritas suara. Rekomendasi yang harus dilakukan ada lima poin,” katanya.

Lima poin rekomendasi itu adalah sebagai berikut:

1. Penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan yang berindikasi pada perbuatan melawan hukum yang merupakan tindakan korupsi, kejahatan perbankan, dan tindak pidana umum berikut pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab, agar diserahkan ke lembaga hukum yaitu Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan KPK sesuai kewenangannya.

2. Meminta DPR bersama pemerintah merevisi perundang-perundangan terkait sektor moneter dan fiskal. Contohnya UU perbankan dan dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Melakukan pemulihan aset yang tidak sah oleh pelaku tindak pidana yang merugikan negara.

4. Meinta DPR agar membentuk tim pengawas sebagai tindak lanjut Panitia Angket Century yang bertugas mengawasi rekomendasi dan proses penelusuran aliran dana serta pemulihan aset sesuai dengan peraturan selambat-lambatnya pada masa persidangan berikutnya, yakni bulan depan.

5. Meminta pemerintah atau Bank Indonesia untuk segera menyelesaikan permasalahan yang menimpa nasabah PT Antaboga Delta Securitas dengan mengajukan pola kepada DPR tentang penyelesaian secara menyeluruh baik dasar hukum maupun sumber pembiayaan sesuai dengan perundangan yang berlaku.(ded)

Sumber : okezone.com

Nilai Bailout Bermasalah, FPDIP Minta Boediono & Sri Mulyani Tanggung Jawab

Kesimpulan Akhir
Nilai Bailout Bermasalah, FPDIP Minta Boediono & Sri Mulyani Tanggung Jawab

Foto Suasana Rapat Pansus (Elvan)

Jakarta – Janji FPDIP menyebut nama pihak yang bertanggung jawab dalam laporan akhirnya dipenuhi. FPDIP menilai Mantan Gubernur BI Boediono dan Mantan Ketua KSSK Sri Mulyani harus bertanggung jawab atas berbagai kebijakan soal proses dan bailout Bank Century.

“Kami meminta agar dilakukan proses hukum terbuka terhadap para pejabat yang memegang posisi kunci pada periode pelanggaran tersebut dilakukan seperti mantan Gubernur BI, Boediono. Mantan Ketua KSSK Sri Mulyani,” kata juru bicara FPDIP Maruarar Sirait dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senanyan, Jakarta, Selasa (23/2/2010).

Selain 2 nama tersebut, FPDIP juga menyebut para deputi Gubernur BI untuk bertanggung jawab. Mereka adalah mantan Deputi Gubernur BI Miranda Goeltom, Direktur Pengawasan BI Sabar Anton Tarihoran, mantan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution, mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan,  dan mantan Gubernur BI, Burhanudin Abdullah

“FPDIP menyampaikan rekomendasi, mendesak pihak yang terlibat diproses hukum oleh aparat penegak hukum yaitu KPK, Kepolisian dan Kejaksaan Agung,” tegasnya.

FPDIP memerinci beberapa kesalahan dan indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Boediono dan Sri Mulyani. Dalam hal merger dan akuisisi, indikasi pelanggaran hukumnya adalah pengawasan internal BI.

“Yang harus bertanggung jawab direksi Bank Century, Direktur Pengawasan BI, Deputi Senior BI, dan Gubenur BI,” tegas Ara, panggilan Maruarar.

Dalam hal FPJP, indikasi pelanggaran hukum, penyalahgunaan wewenang dan perundang-undangan. Pihak yang harus bertanggung jawab adalah Deputi Gubernur BI dan Gubernur BI.

Peminjaman Modal Sementara (PMS), indikasi penyelahgunaan kewenangan lembaga. Pihak yang harus bertanggung jawab adalah ketua dan anggota KSSK, LPS, Deputi Gubernur BI dan Gubernur BI.

Sementara dalam hal aliran dana, ada indikasi tindak pidana korupsi, pidana umum, pidana perbankan dan money laundring. Pihak yang harus bertanggung jawab adalah LPS, Deputi Gubernur BI, Pengawasan Internal BI, dan Gubernur BI. (van/ndr)

Sumber : detikNews

Penyebab Mengapa Dunia Pernah Mengalami Kiamat

Ditulis pada November 12, 2009

endofdaysPeradaban manusia di atas dunia pernah musnah oleh karena “kiamat“, berbagai macam bencana, termasuk gempa bumi, banjir, benda angkasa dari luar (termasuk benturan meteor dan komet), timbul tenggelamnya lempeng daratan, perubahan iklim yang mendadak dan sebagainya. Bencana dahsyat telah melenyapkan peradaban dan sejumlah besar makhluk hidup menjadi punah waktu itu, hanya menyisakan sangat sedikit peninggalan sejarah yang masih ada. Manusia-manusia prasejarah yang berbeda dan peradaban yang dimiliki akhirnya telah lenyap dari atas bumi. Peradaban tersebut mengapa tersingkirkan? Kita dapat menemukan beberapa petunjuk melalui gejala sosial dan dalam uraian orang-orang mahabijak.

Bencana alam dan penyakit dalam skala besar merupakan sebab-musabab langsung yang mengakibatkan musnahnya peradaban manusia prasejarah, namun mengapa bisa timbul penyakit dan bencana alam yang mematikan secara besar-besaran? Pemahaman yang ada sekarang dari orang-orang tidak dapat menjelaskannya, dan mau tidak mau mereka dikembalikan sebagai gejala alam. Gejala alam merupakan kesimpulan pasif yang diambil orang-orang terhadap perubahan geologis dan astronomis yang tidak dapat dijelaskan. Dipandang dari arti tertentu, ini merupakan suatu purbasangka yang terpaksa.

Demi prakiraan dan mencegah berbagai macam bencana, manusia sekarang (juga manusia prasejarah dulu) telah melakukan penelitian jangka panjang terhadap berbagai macam bencana, mengemukakan beberapa teori, namun kebanyakan ditekankan pada prakiraan bencana dan sisi perlawanannya, menciptakan serangkaian peralatan dan berbagai cara, misalnya ramalan angin topan, memantau gunung berapi, banjir dan sebagainya. Dalam menghadapi bencana alam, orang-orang juga telah menggunakan berbagai macam cara, misalnya membangun apartemen antigempa, mengontrol tanggul, waduk, memperbaiki sungai, fasilitas pertolongan bencana darurat dan lain-lain. Kebijakan-kebijakan yang sebagian besar tergolong pasif ini memiliki efektivitas yang pasti terhadap bencana kecil, dapat mengurangi korban jiwa. Namun, dalam skala yang lebih besar, di hadapan bencana yang menghancurkan, misalnya mendadak daratan menurun, banjir dahsyat yang menenggelamkan, benturan benda angkasa luar, perubahan iklim yang mendadak, dan kekuatan manusia tampaknya sangat lemah, sulit untuk menghindar, hanya bisa menerima apa adanya.

Demi untuk mengobati penyakit, manusia telah mengembangkan sejumlah besar cara dan instrumen kedokteran yang kelihatannya canggih. Namun, manusia sekarang semuanya harus mengakui, bahwa semua cara pengobatan ada keterbatasannya. Lagi pula penyakit yang baru muncul dengan tiada henti membuat manusia sulit untuk mengatasinya. Di hadapan wabah penyakit menular yang muncul mendadak secara luas, sama sekali tidak berdaya. Tidak bisa membuat obat yang manjur untuk mengatasinya.

Sebenarnya, apakah sebab-musabab pokok yang mengakibatkan munculnya malapetaka?

Pertama, dari pemahaman tingkat rendah, orang-orang telah mengetahui bahwa segala perkembangan hal ihwal memiliki periode dan hukumnya. Manusia ada lahir, tua, sakit, dan mati: Perkembangan masyarakat ada periodenya, perkembangan umat manusia kemungkinan juga: Hal yang sama, berarti peradaban manusia kemungkinan juga bisa mengalami perkembangan sampai peradaban tertinggi, bertahan, rusak hingga lenyap dalam sebuah proses berkala yang berputar berulang-ulang.

Kedua, kini orang-orang telah mengetahui, bahwa manusia kelewat batas menuntut pada alam sehingga mencemari bumi, mengakibatkan lingkungan hidup manusia menjadi buruk. Mengeksploitasi terlalu banyak air bawah tanah bisa mengakibatkan permukaan bumi tenggelam, menebang hutan secara berlebihan bisa mengakibatkan erosi tanah, oasis berubah menjadi gurun pasir, pembuangan gas kotor dan air limbah dalam jumlah besar mengakibatkan parahnya polusi udara serta mutu air dan sebagainya, bersamaan dengan majunya teknologi manusia, ruang hidup manusia malah sedang menyusut, lingkungan ekologi terus memburuk, telah mencapai pada tahap yang bahaya. Ini adalah sebuah proses yang lambat, ia dapat menimbulkan bencana lokal, juga dapat menimbulkan bencana besar.

Ketiga, memahami dari tingkat yang lebih tinggi, “alamiah” adalah tidak eksis, namun bencana alam juga ada sebabnya. Namun, bukan karena manusia telah memiliki peradaban tinggi lalu musnah. Mungkin ia adalah suatu akibat yang tak terlelakkan, dan bencana alam hanya tercermin dalam masyarakat manusia kita ini. Manusia sama sekali bukan berasal dari evolusi kera, jiwa manusia yang sebenarnya terjadi di alam semesta. Alam semesta telah menciptakan kehidupan, sekaligus menetapkan kehidupan (termasuk manusia) sesuai dengan standar sebagai manusia. Apabila moralitas manusia telah menjadi bobrok dan hanya memikirkan dirinya sendiri, alam juga akan menunjukkan tanda-tandanya.

Pada zaman dahulu, tingkat moralitas manusia secara umum sangat tinggi, waktu itu tidak ada hukum apa pun, yang ada hanya sebuah hukum kerajaan, apa yang dikatakan dan diperbuat manusia semuanya diukur dengan moralitas, sedangkan hukum kerajaan pada dasarnya adalah sebuah hukum yang bagaimana semestinya menjatuhkan hukuman pada semua individu yang melanggar moral tersebut, dan bagaimana seyogianya memberikan penghargaan jika telah mempertahankan moral. Dulu pejabat kabupaten yang memutuskan perkara itu sangat sederhana, yaitu menggunakan moralitas sebagai kriteria untuk memutuskan perkara, memutuskan benar atau salah, kemudian memberikan penghargaan atau hukuman. Jelas, masa luhurnya moralitas manusia, hukum adalah eksis untuk melindungi moral (prinsip langit). Maka, orang yang bijaksana pada zaman dahulu sangat percaya akan prinsip “Tuhan memberi kekuasaan kepada pemimpin”, bila pemimpin melanggar prinsip langit, kekuasaan pemimpin juga akan ikut jatuh.

Sumber : LUMiNOUS

“Daftar Menteri Kabinet 2009-2014”

Daftar Menteri Kabinet 2009-2014

Ada enam pos kementerian strategis yang sampai pagi ini masih kosong, termasuk Menlu.

Mulai Sabtu 17 Oktober 2009, presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono memanggil sejumlah calon menteri ke kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Tokoh-tokoh yang datang silih berganti ke Cikeas baru mengaku diminta bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Namun, mereka masih tutup mulut soal jabatan apa yang didapat.

Berikut portofolio calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang didapatkan VIVAnews:

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto, tim SBY
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa, PAN
3. Menko Kesra: Agung Laksono, Golkar
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi, tim SBY
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera Barat
6. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar, PAN
7. Menteri Keuangan: Sri Mulyani, profesional
8. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh, Demokrat
9. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat, Golkar
10. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu, profesional
11. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan, PAN
12. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad, Golkar
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar, PKB
14. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto, profesional
15. Menteri Kesehatan: Nila Djuwita Moeloek, profesional
16. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh, profesional
17. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie, PKS
18. Menteri Agama: Suryadharma Ali, PPP
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik, Demokrat
20. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring, PKS
21. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata, PKS
22. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan, Demokrat
23. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta, profesional
24. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar, Ketua Umum Kowani
25. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan, Demokrat
26. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini, PKB
27. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar, profesional
28. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa, PPP
29. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng
30. Kepala BIN: Sutanto, mantan Kapolri
31. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Gita Wirjawan, profesional

Proses seleksi calon menteri diperkirakan akan berlanjut hari ini. Sebab, sejumlah pos-pos kementerian strategis sampai pagi ini masih kosong.

Total ada enam pos yang belum diketahui yakni Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Pertanian, Menteri Perhubungan, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas.

Selain itu, siapa yang akan menduduki jabatan Jaksa Agung, juga belum diketahui.

• VIVAnews

DIarsipkan di bawah: iseng-iseng | Ditandai: 2009-2014, daftar, kabinet, menteri

“Lowongan CPNS POLRI 2009 (exp: 8 Oct, 2009)”

PENGUMUMAN No. Pol. : Peng/ 4 /IX/2009/Panpus

Tentang

PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) POLRI
SUMBER PELAMAR UMUM T.A. 2009 SERTA RENCANA PENEMPATANNYA

1. Rujukan :

a. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 239 Tahun 2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Penetapan Formasi CPNS Polri T.A. 2009.

b. Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/435/IX/2009 tanggal 10 September 2009 tentang Pengadaan PNS Polri Sumber Tenaga Honorer/PHL dan Sumber Pelamar Umum T.A. 2009 serta Rencana Penempatannya.

2. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberi kesempatan kepada Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Polri T.A. 2009, sebagai berikut :

I. FORMASI JABATAN DAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN YANG DIBUTUHKAN, SEBAGAIMANA TERLAMPIR DALAM PENGUMUMAN INI. (download disini)

II. PERSYARATAN UMUM

1. Warga Negara Indonesia.

2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3. Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2009.

4. Usia sampai dengan 40 tahun bagi peserta yang memiliki masa pengabdian selama 5 tahun berturut-turut pada Instansi Pemerintah pada tanggal 17 April 2002, dengan melampirkan Skep yang mencantumkan nilai nominal/honoer yang diterima setiap bulannya yang disahkan oleh Pejabat Eselon II (Minimal berpangkat Kombes Pol).

5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan.

6. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau diberhentikan tidak hormat sebagai swasta.

7. Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri.

8. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara R.I. atau Negara lain yang ditentukan Pemerintah.

9. Tidak menjadi pengurus dan atau anggota partai politik.

10. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan ketrampilan yang diperlukan. / 11. Berkelakuan . . . .

11. Berkelakuan baik.

12. Sehat jasmani dan rohani.

13. Terdaftar sebagai pencari kerja di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) dengan melampirkan Kartu Tanda Pencari Kerja.

III. PENDAFTARAN

1) Pendaftaran dilaksanakan melalui pos dengan alamat pada sampul surat :

PANITIA PUSAT PENGADAAN CPNS POLRI T.A. 2009 Gedung TNCC Lantai 10, Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kode Pos : 12110

2) Pada sudut kiri bawah ditulis Nama Pelamar Laki-Lki +(L) atau Perempuan +(P), Kualifikasi Pendidikan, Jabatan yang dilamar, Unit Kerja Penempatan dan asal Provinsi pelamar.

Persyaratan administrasi pelamaran :

1. Yang dilampirkan pada saat melamar via pos

a. Surat lamaran (ditulis tangan dengan huruf balok dan tinta hitam) bermaterai Rp. 6.000,-ditujukan kepada KAPOLRI U.p. De SDM Kapolri, dengan menyebutkan Nama Jabatan dan Tempat/Unit kerja yang dilamar.

b. Pas foto hitam putih ukuran 2 x 3 cm = 2 lembar, 3 x 4 cm = 2 lembar dan ditulis nama dibelakangnya (tidak memakai tutup kepala, kacamata, jaket, rompi, kaos oblong, bando).

c. Fotokopi STTB/Ijazah Dikum terakhir beserta Transkrip/Daftar Nilai yang digunakan untuk melamar serta disahkan oleh pejabat yang berwenang tahun 2009 :

1) Ijazah Pendidikan Tinggi :

a) Yang dikeluarkan oleh Universitas dan Institut, dilegalisir oleh Rektor, Pembantu Rektor I Bidang Akademik/Wakil Rektor I Bidang Akademik atau Dekan, Pembantu Dekan I Bidang Akademik/Wakil Dekan I Bidang Akademik.

b) Yang dikeluarkan oleh sekolah Tinggi, dilegalisir oleh Ketua atau Pembantu Ketua I Bidang Akademik/Wakil Dekan I Bidang Akademik.

c) Yang dikeluarkan Politeknik dan atau Akademi, dilegalisir oleh Direktur atau Pembantu Direktur I Bidang Akademik/Wakil Direktur Bidang Akademik.

2) STTB SLTA oleh Kepala Sekolah.

3) Paket C oleh Kepala Dinas Pendidikan Tingkat Kabupaten/Kota.

d. Fotokopi Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Institusi Kesehatan Resmi milik Pemerintah (Puskesmas atau Rumah Sakit, ditanda tangani, diregister dan di stempel), yang disahkan oleh pejabat yang berwenang, dilampirkan pada saat mendaftar melalui pos.

e. Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat yang terbaru dan disahkan oleh Pejabat yang berwenang tahun 2009.

f. Fotokopi Akte Kelahiran/Surat Kenal lahir yang disahkan oleh Pejabat yang berwenang tahun 2009.

g. Fotokopi Tanda Pencari Kerja (Kartu kuning) dari Depnakertrans dan disahkan oleh Pejabat yang berwenang tahun 2009.

h. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) disahkan oleh Lurah/Kepala Desa tahun 2009.

i. Fotokopi sertifikat (keahlian/ketrampilan/kursus) yang dimiliki dan disahkan oleh Pejabat yang berwenang tahun 2009.

/ g. Fotokopi . . . . .

Semua persyaratan tersebut di atas masing-masing dibuat rangkap 1 (satu).

2. Asli persyaratan point 1.a s/d 1.i tersebut di atas, diserahkan kepada Panitia bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi penerimaan CPNS Polri T.A. 2009.

3. Yang dilaksanakan dan diserahkan setelah Pengumuman Hasil Ujian Tertulis dan Uji Kompetensi meliputi :

a. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan pada Institusi Kesehatan Resmi di luar Polri meliputi : Jantung, Paru-paru, tidak buta warna, bebas narkoba, tidak dalam keadaan hamil (bagi wanita) dan tidak terdapat kelainan/cacat pisik yang dapat menggangu pekerjaannya, dilaksanakan dan diserahkan setelah Lulus Ujian Tertulis/Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Uji Kompetensi Bidang (TKB) secara aplikatif.

b. Pemeriksaan keabsahan Ijazah/STTB asli (SD dan Dikum terakhir).

4. Yang dilaksanakan dan diserahkan setelah dinyatakan lulus seleksi ujian CPNS Polri T.A. 2009, meliputi :

a. Daftar Riwayat Hidup (DRH) lengkap menggunakan blanko standar BKN.

b. Surat Pernyataan isi 5 point.

c. Surat Pernyataan isi 3 point.

d. Fotokopi Surat Keputusan (Skep) pengalaman bekerja bagi yang sudah pernah bekerja dan disahkan oleh Pejabat yang berwenang.

e. Asli persyaratan administrasi yang diserahkan pada saat melamar via pos.

Ketentuan lain :

1. Berkas surat lamaran dibuat 1 (satu) set/bendel dan dimasukan ke dalam stof map serta diberi Nama, Kualifikasi Pendidikan dan Jurusan serta Kode Pendidikan.

2. Stof map yang digunakan :

a. Warna kuning, untuk pelamar berpendidikan S-1

b. Warna biru, untuk pelamar berpendidikan D-3

c. Warna merah, untuk berpendidikan D1/SLTA/Sederajat. / 4. Tidak . . . . .

3. Stempel Pos paling lambat tertanggal 8 Oktober 2009, berkas paling lambat diterima oleh Panitia pada tanggal 15 Oktober 2009 pukul 15.00 WIB.

4. Tidak menerima/melayani berkas lamaran pengiriman langsung yang diberikan oleh yang bersangkutan (harus melalui Pos).

5. Berkas lamaran yang telah dikirim ke Sekretariat Panitia Pusat Pengadaan CPNS Polri T.A. 2009 tidak dikembalikan.

IV. SELEKSI

Bagi pelamar yang memenuhi syarat, mendapat Nomor Peserta Seleksi Pengadaan CPNS Polri T.A. 2009, yang akan diberitahukan melalui :

1. Internet / Website : http://www.polri.go.id

2. Dapat dilihat di Biro Personel Polda setempat melalui Surat Telegram Kapolri yang ditujukan kepada Para Kapolda se-Indonesia.

Tahapan Seleksi :

1. Tes Kompetensi Dasar (TKD) / Ujian Tertulis, meliputi :

a) Tes Pengetahuan Umum (TPU)
b) Tes Bakat Skolastik (TBS)
c) Tes Skala Kematangan (TSK)

2. Tes Kompetensi Bidang / Uji Kompetensi Bidang secara aplikatif sesuai kualifikasi pendidikan yang dimiliki.

3. Penyerahan hasil Rikkes dari Institusi Resmi di luar Polri meliputi : Foto/film Hasil Rontgen Paru-Paru, Lab. Darah Lengkap, Hasil Rekam Jantung, Tidak Buta Warna, Tidak dalam keadaan hamil (bagi wanita), Tidak memiliki Kelainan/Cacat fisik yang dapat mengganggu pekerjaannya dan Surat Keterangan Bebas Narkoba.

4. Pemeriksaan keabsahan Asli Ijazah/STTB SD dan Dikum terakhir sesuai kualifikasi pendidikan yang digunakan untuk melamar.

keterangan lebih lanjut: info-cpns-polri09.pdf
lampiran formasi cpns: formasi-polri09.pdf

http://www.polri.go.id/index.php?op=penerimaan

  • Kategori

  • September 2016
    S S R K J S M
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

  • Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    alternative-media

    counter

    http://www.stafaband.info/embed-37463.html


    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    maison

    compteurs


    Web Counters


    Free Hit Counter

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.