Laylatul Qadr

Mengapakah malam Nuzulul Quran selalu diperingati?

Pertama, karena hal itu merupakan titik tolak dari adanya sumber petunjuk yang mestinya diikuti dan dilaksanakan oleh umat Islam. Lebih-lebih lagi ketika Alquran mengenalkan dirinya sebagai hudan linnaas (sebagai petunjuk bagi manusia). Tetapi, kalau Alquran itu sendiri tidak dipahami dan tidak dilaksanakan, maka fungsinya sebagai petunjuk menjadi sia-sia, karena Alquran adalah benda mati, tidak mempunyai fungsi apa-apa, kecuali kalau kita yang meyakininya mau melaksanakan tuntunan-tuntunannya.

Sehingga dengan ungkapan: Allahumma baalikna ila ramadhan (Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan) antara lain adalah untuk mengingatkan kembali bahwa pada bulan ini (Ramadhan) Alquran pertama kali diturunkan dan itu merupakan petunjuk bagi manusia yang mesti dilaksanakan untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkan.

Kedua, bahwa dalam bulan Ramadhan ini juga terjadi sesuatu yang selalu dinantikan umat Islam, yaitu yang disebut Laylatul Qadr (malam qadr). Laylatul Qadr yaitu malam yang penuh berkah, karena pada malam ini nilai ibadah yang dilakukan umat Islam sama dengan jumlah yang mereka kerjakan selama seribu bulan. Pada malam ini pula para malaikat turun untuk menyampaikan berkah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih mendapatkan Laylatul Qadr.

Tapi kemudian muncul persoalan, kapankah sebenarnya Laylatul Qadr itu terjadi? Jika kita mencermati Surah Al-Qadr, bahwa Alquran itu diturunkan pada Laylatul Qadr. Laylatul Qadr yang disebutkan pada surah Al-Qadr ini diyakini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan.

Namun di sisi yang lain, Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk mendapatkan Laylatul Qadr pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah memberikan contoh dengan melaksanakan ibadah secara intensif yang disertai dengan i’tikaf di masjid. Mengenai hal ini, ummul mu’minin Aisyah pernah mengungkapkan suatu hadis yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

Aisyah r.a. istri Nabi mengatakan bahwa Nabi saw. selalu beri’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau. Setelah itu para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau. (Al-Hadits)

Dalam shahih Bukhari diriwayatkan lebih dari 40 hadis yang berbicara tentang Laylatul Qadr. Namun ternyata informasinya berbeda-beda. Ada hadis yang menyebutkan, bahwa Laylatul Qadr terjadi pada bulan Ramadhan tanpa disebutkan kapan waktunya (tanggal atau hari ke berapa dari bulan Ramadhan tersebut). Sehingga dengan demikian, Laylatul Qadr bisa turun di setiap saat selama bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan mensucikan diri, mengaktifkan ibadah, tekun membaca Alquran, karena siapa tahu Laylatul Qadr sudah turun pada awal-awal Ramadhan.

Ada juga hadis lain yang menyatakan, bahwa Laylatul Qadr terjadi di awal atau puluhan awal Ramadhan. Sehingga sejak inilah umat Islam pun melakukan ibadah-ibadah dalam rangka mensucikan batin. Ada pula yang mengatakan bahwa Laylatul Qadr itu terjadi pada pertengahan Ramadhan. Mungkin yang menjadi dasar bahwa Laylatul Qadr itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan adalah salah satu ayat di dalam Surah Al-Anfaal:

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Anfaal: 41)

Dua pasukan besar yang dimaksud yaitu pasukan muslimin dari Madinah dan pasukan kafir dari Mekah. Pertemuan dua pasukan tersebut terjadi tepat pada tanggal 17 Ramadhan, yaitu ketika Perang Badar. Dan 17 Ramadhan pada 13 tahun sebelumnya Rasulullah menerima wahyu yang pertama. Sehingga dari di sinilah kemudian dianggap bahwa 17 Ramadhan adalah Nuzulul Quran yang pertama, dan itu terjadi tepat pada Laylatul Qadr.

Namun, sebagian besar dari 40 hadis shahih Bukhari tersebut menyatakan bahwa Laylatul Qadr itu terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu dari malam 21 sampai malam 29. Sehingga dari sinilah Rasulullah pun menganjurkan umat Islam untuk beri’tikaf di masjid. Dan yang harus diingat juga, bahwa i’tikaf mesti dihayati sebagai sarana untuk mensucikan diri, karena ada orang yang sudah beri’tikaf, tetapi kemudian melalaikan yang wajib.

Karena itulah, jika ingin melaksanakan i’tikaf, tentunya harus didasari keimanan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah:

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melakukan ibadah Ramadhan karena iman dan mengharap ridha-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat.” (Muttafaq Alaihi)

Jadi, puasa yang kita laksanakan bukan karena merasa tidak enak terhadap tetangga ataupun malu dengan keluarga, melainkan betul-betul melaksanakannya karena Allah. Mungkin ada orang yang mau berpuasa agar menjadi sehat, bukan karena iman. Bisa jadi orang tersebut menjadi sehat, tetapi tidak akan mendapatkan balasan Allah dari imannya. Yang ia dapat sehatnya saja. Tapi kalau kita melakukan puasa dilandasi dengan keimanan, maka kita akan mendapatkan ridha Allah, dan juga akan mendapatkan kesehatan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • September 2009
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  

  • Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    alternative-media

    counter

    http://www.stafaband.info/embed-37463.html


    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    maison

    compteurs


    Web Counters


    Free Hit Counter