“Ketupat Lebaran”

Ketupat Lebaran……………

Ketupat hanya sebuah nama dari salah satu masakan khas negara-negara di kawasan asia tenggara seperti Indonesia, Malaisya, Brunei dan lainnya. Ketupat identik dengan lebaran, karena disaat itulah ketupat selalu menjadi hidangan istimewa bagi keluarga-keluarga yang merayakannya. Alhasil, ternyata kisah tentang ketupat ini sudah sejak dari dulu kala, seperti yang pernah dikupas oleh bulletin Melsa pada edisinya No. BM/1021, bahwa tradisi ketupat ini diperkirakan bermula sejak Islam masuk ke tanah Jawa. Dalam sejarah, Sunan Kalijaga merupakan orang pertama yang memperkenalkannya kepada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu “Bakda Lebaran” dan “Bakda Kupat”. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah masak, kupat tersebut kemudian diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.

Bagi sebagian masyarakat pedalaman di kawasan Timur Indonesia, ketupat merupakan bekal yang paling berharga dalam perjalanan, selain bentuknya yang mudah dibawa, ketupat juga termasuk salah satu jenis masakan yang tahan lama, tidak mudah basi sehingga masih bisa dimakan untuk beberapa hari kedepan.

Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, jika dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, yang dapat dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga, mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.

Bercermin pada ketupat yang dikaitkan dengan lebaran, betapa bermaknanya ia bagi manusia. Ia tidak hanya berupa hidangan sesaat untuk menghilangkan lapar dan dahaga tetapi ia lebih merupakan subuah wujud nyata yang merepsentasikan jiwa dan raga manusia seperti tiga makna yang terkandung didalamnya. Marilah kita saling maaf memaafkan, membersihkan diri, menyucikan bathin dan menjalin kasih baik kepada kerabat, sahabat, rekan kerja dan sesama sebagai mahkluk ciptaanNya.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat Hari Raya Lebaran 1 Syawal 1431 H, Minal Aidin Falfaizin, mohon maaf lahir dan bathin. SALAM HORMATKU YAZER BESERTA KELUARGA………….

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • September 2009
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  

  • Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    alternative-media

    counter

    http://www.stafaband.info/embed-37463.html


    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    maison

    compteurs


    Web Counters


    Free Hit Counter